Wanita Tangguh, Janda Anak Tiga Pernah Alami Begal, Kekerasan Hingga Digusur Satpol PP

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo – Indramayu, Dialah Tati (40 tahun) profesi pedagang kaki lima di lingkungan kantor Satpas Satlantas Polres Indramayu.

Perjuangan menghidupi ketiga anaknya patut diacungi jempol, semasa anak-anaknya masih kecil 4 tahun yang lalu dimana usaha dagang kaki limanya baru dirintis.

banner 325x300

Berbekal gerobak dan aneka es serta makanan ringan dari peninggalan bapaknya, tati mulai merayapi sudut-sudut kota Indramayu.

Gerobak dan modal awal sebesar tiga ratus ribu rupiah dari peninggalan bapaknya yang meninggal karena beban pikiran karena anaknya ditinggal pergi oleh suami dikala ketiga anaknya masih kecil.

Tekad bulat Tati merubah hidup dan mencukupi kebutuhan ketiga anaknya mulai dijalani empat tahun yang lalu, berawal berjualan di sekitar SC (sport centre) inilah awal cerita penganiayaan terjadi pada dirinya, tati pernah mengalami kekerasan oleh beberapa orang hanya karena persaingan dagang.

Tati kala itu ramai pembeli, tak terima dgn nasib mujur tati beberapa orang dengan sengaja merusak dan menganiaya Tati hingga alami luka yang serius, kekerasan ini dilakukan mereka supaya Tati pindah dari tempat dagangannya.

Setelah kejadian tersebut Tati berpindah-pindah jualan, mangkal dari sekolah ke sekolah dia jalani, disekitaran SD Margadadi 6, 3 dan 4 tempat mangkal dagangannya.

Setelah berjualan disekitar sekolahan, satu tahun kemudian Tati berjualan di area Masjid Agung Indramayu, dibantu oleh suami istri pengurus masjid.

Hal serupa terjadi lagi di tempat jualan barunya tapi tidak mengalami kekerasan hanya perlakuan sikap yang didapatnya, para pedagang dilingkungan sekitar ingin Tati hengkang dari wilayah tersebut karena dagangannya laris.

Merasa terusik lagi-lagi Tati keluar dan mencari tempat dagangan lagi, hingga lelah mendera Tati berjualan didepan kantor Satpas dan sekitar rumah dinas Kapolres Indramayu.

Pada tahun 2021 ini, Tati mengalami penggusuran oleh Satpol PP lapak dagangannya karena posisi gerobak berada dipinggir jalan protokol.

Dirinya merasa bingung karena tabung gas dan beberapa barang untuk dagangan dibawa petugas, sambil menangis dirinya meminta bantuan ke petugas yang ada di ruang layanan SIM Satpas Polres Indramayu dan dibantu oleh petugas bernama Teguh anggota Satlantas Polres Indramayu.

Dengan rasa iba anggota dilingkungan Satpas memberikan permohonan ijin dari Tati, diberilah ruang didalam lingkungan satpas untuk berjualan.

Saat ditemui BeritanyaInfo sabtu (28/08/2021) Tati mengungkapkan,” saya berterimakasih kepada pak Helmi bagian Simulator yang sudah memberikan saya tempat untuk berjualan, saya sudah bingung mau berjualan dimana lagi, kami butuh makan.”

Ada hal yang sangat miris disaat Tati berbelanja untuk dagangannya, pada saat itu pagi dini hari dirinya dibegal tak jauh dari polsek Indramayu kota.

“Saya didorong dan ditendang karena tidak mau melepaskan tas yang berisi uang untuk belanja, saat itu saya naik sepeda, kemudian saya teriak-teriak tapi tidak ada yang nolongin, akhirnya pembegal kabur karena panik juga.”

“Saya trauma sekali sejak kejadian itu dan gak pernah lagi belanja pagi hari.” tutupnya (Gani Wardhana)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *