Oknum Anggota DPRD Subang Intimidasi Wartawan, Jansen Matondang : Tidak Bisa Dibenarkan !!!

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo – Subang, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Provinsi Jawa Barat mengecam keras dugaan ucapan oknum mantan Ketua DPRD dan oknum Anggota DPRD Kabupaten Subang Jawa Barat dengan nada ancaman kepada wartawan media nusantara-online.id Subang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Provinsi Jawa Barat, Jansen Matondang pada Senin (12/09/2021), menyikapi viralnya berita di media online atas dugaan penghinaan bahkan berakibat dengan dugaan pengancaman kepada wartawan media nusantara-online.id berinisial MN.

banner 325x300

Karena sudah jelas bahwa dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, setiap wartawan yang bertugas dipayungi serta dilindungi oleh UU PERS No. 40 tahun 1999 dan dilengkapi dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang berlaku, namun terkadang dalam mencari, menggali dan membuat sebuah berita tidak sedikit hambatan di lapangan yang diterima oleh seorang wartawan seperti tindakan pengusiran, penolakan, pengancaman dan sebagainya.

Padahal dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 pasal 4 ayat dua (2) jelas dikatakan bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Dan pada ayat tiga (3) nya pun dikatakan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sedangkan dalam aturan pasal 18 dikatakan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)

Ketua Setwil FPII Jawa Barat Jansen Matondang mengatakan,” itu tidak bisa dibenarkan, hal itu pelarangan berarti sama dengan menghambat tugas jurnalis, yang ranahnya itu pidana sesuai dengan UU PERS No.40 Tahun 1999.” Ungkapnya

Jansen menambahkan,” apalagi hal tersebut dilakukan oleh seorang Anggota dewan yang notabene sangat memahami betul akan konsekuensinya bila melanggar undang – undang.” tuturnya

“Kami sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Subang tersebut, seharusnya tidak boleh berbicara seperti itu karena tugas wartawan adalah mengkonfirmasi sesuai dengan yang telah diatur dalam UU No 40 Tahun 1999, seharusnya bilamana keberatan dengan pemberitaan tersebut oknum anggota DPRD tersebut dapat meminta Hak Jawab terlebih dahulu kepada media tersebut dan saya berharap Polres Subang dapat memproses kejadian ini dengan baik, sehingga kedepannya tidak ada lagi intimidasi-intimidasi lain yang dirasakan rekan-rekan wartawan khususnya di daerah Subang.” Tutupnya. (***)

Sumber: FPII Setwil Jawa Barat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *