gugat jokowi
HUKUM  

Kabid Humas Polda Banten Mempertanyakan Legalitas Media Aneka Fakta

banner 120x600
banner 400x130

BeritanyaInfo – Banten, BidHumas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, minggu (09/01/2022) menegaskan tidak ada kriminalisasi media dalam penanganan LP yang terkait dengan EA, hal tersebut perlu di klarifikasi apalagi pemanggilan tersebut bukan projustisia hanya klarifikasi.

Adapun Laporan Rofik Hakim tentunya hak pelapor sebagai warga negara untuk melapor. Dan diduga Kabid Humas Polda Banten membuat rilies resmi yang di share di group media Polda Banten justru diduga memperkeruh masalah yang terkesan mengadu domba media.

banner 325x300

“Tidak ada kriminalisasi media, itu diksi yang menyesatkan karena EA justru diberi kesempatan seluas-luasnya oleh penyidik untuk menjelaskan fakta-fakta terkait peristiwa yang dilaporkan,” katanya.

Eva Andriyani saat memberikan keterangan pers pada hari Senin (10/1/2022) mengatakan,” Saya memang wartawan sekaligus pimpinan redaksi www.anekafakta.com dan saya sudah 17 tahun menjadi wartawan itu perlu di garis bawahi, Pak Shinto kan baru 4 bulan menjabat,” katanya.

Eva menambahkan,” kami tidak pernah membuat diksi kriminalisasi, memang saya di kriminalisasi dan semua bukti sudah saya berikan pada penyidik Biro Divpropam Mabes Polri,” katanya.

“Tak perlu mengiring opini terkait Perusahaan media yang saya pimpin, jelas perusahaan media saya mempunyai badan Hukum yang jelas , buktinya saya mendapat penghargaan berkali- kali dari Kapolda Banten sebelum Pak Shinto memimpin,” katanya.

Eva menjabarkan sebagaimana diketahui dari pemberitaan EA dari Aneka Fakta pada akhir Desember 2021 dilaporkan oleh Rofiq Hakim ke Polda Banten dengan pasal pidana atas peristiwa pemerasan dan memasuki pekarangan tertutup orang lain dengan melawan hukum.

Rofiq Hakim juga melayangkan pengaduan ke Dewan Pers terhadap beberapa rilis dari EA yang dinilai tidak sesuai fakta. (Red***)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *