POLRI  

Satreskrim Polres Karawang Rilis Data Penyelesaian Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif Tahun 2021

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo – Karawang Dalam rangka menjawab perkembangan kebutuhan hukum masyarakat yang memenuhi rasa keadilan semua pihak. Maka perlu dirumuskan konsep baru dalam penegakan hukum pidana yang mengakomodir norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat sebagai solusi sekaligus memberikan kepastian hukum terutama kemanfaatan dan rasa keadilan masyarakat.

Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu mewujudkan penyelesaian tindak pidana dengan mengedepankan keadilan restoratif yang menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan keseimbangan perlindungan dan kepentingan korban dan pelaku tindak pidana yang tidak berorientasi pada pemidanaan merupakan suatu kebutuhan hukum masyarakat

banner 325x300

Berdasarkan pertimbangan diatas maka Polri mengeluarkan PERATURAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2021 TENTANG PENANGANAN TINDAK PIDANA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF

Untuk Periode tahun 2021 Polres Karawang melakukan 387 penyelesaian perkara melalui keadilan restoratif yang mana 331 kasus diselesaikan pada tahap penyelidikan dan 56 kasus diselesaikan dalam tahap penyidikan, untuk jenis perkara yang dilakukan keadilan restoratif pada umumnya seperti perkara Penganiayaan, Pengeroyokan, Penipuan, Penggelapan, dan KDRT.

Kasat Reskrim Polres Karawang Polda Jabar AKP Oliestha Ageng Wicaksana menyampaikan bahwa Data Penyelesaian Restorative Justice Tahun 2021 Satreskrim Polres Karawang sebanyak 144 Tahap Restorative Justice dengan rincian 135 Lidik dan 9 Sidik.

Oliestha menjelaskan,” Tahap Restorative Justice yang ada di Polsek Jajaran Polres Karawang diantaranya Polsek Batujaya sebanyak 1 Tahap, Polsek Ciampel 9 Tahap, Polsek Cibuaya 1 Tahap, Polsek Cikampek 15 Tahap, Polsek Cilamaya 7 Tahap, Polsek Jatisari 5 Tahap, Polsek Karawang 16 Tahap, Polsek Kalri 23 Tahap, Polsek Kotabaru 16 Tahap, Polsek Lemahabang 5 Tahap, Polsek Majalaya 21 Tahap, Polsek Pakisjaya 2 Tahap, Polsek Pangkalan 13 Tahap, Polsek Pedes 7 Tahap, Polsek Purwasari 6 Tahap, Polsek Rawamerta 6 Tahap, Polsek Rengasdengklok 38 Tahap, Polsek Telagasari 11 Tahap, Polsek Telukjambe Timur 29 Tahapm Telukjambe Barat 6 Tahap, Polsek Tempuran 2 Tahap, Polsek Tirtajaya 1 Tahap, Polsek Banyusari 2 Tahap dan Polsek Tegalwaru 1 Tahap,” katanya. Kamis (20/01/2022)

AKP Oliestha juga mengatakan,” Restoratif Justice atau Keadilan Restoratif adalah penyelesaian Tindak Pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat atau pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula,” katanya.

Oliestha menambahkan,” Selain itu, Keadilan Restoratif bertujuan untuk memenuhi rasa keadilan semua pihak dalam penegakan hukum pidana yang mengakomodir norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat sebagai solusi sekaligus memberikan kepastian hukum terutama kemanfaatan dan rasa keadilan masyarakat,” katanya.

” Prosedur permohonan keadilan restoratif diantaranya : mengajukan surat permohonan yang dibuat oleh pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, atau pihak lain yang terkait dengan menyertakan surat pernyataan perdamaian; dan bukti telah dilakukan pemulihan hak korban,” katanya. (Wien***)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *