Penampungan Material Proyek Pertamina Oleh PT Tiwika Diduga Tak Kantongi Ijin Amdal Dan Resahkan Warga

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo – Indramayu, Penampungan material atau stopweil di Blok Gembreng, Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan yang dilaksanakan PT Tiwika diduga tidak kantongi ijin Amdal dan membuat resah warga.

Salahsatu tokoh masyarakat Gabuswetan Aco Abdullah mengungkapkan,” Saya selaku masyarakat gabuswetan merasa keberatan dengan adanya stopeweil di wilayah kami, memakai armada tronton karena sangat menggangu lalu lintas dan jalan jadi rusak,” katanya.

banner 325x300

Aco menambahkan,” Dari pihak PT Tiwika diminta harus menempuh prosedural sehingga tidak berdampak negatif, apalagi infrastruktur yang sudah bagus menjadi rusak akibat mobilisasi mobil tronton dari para pensuplai material yang kebanyakan dari luar wilayah,” katanya.

“Mari kita jaga infrastruktur jalan milik bersama jangan menjadi ajang mengambil keuntungan orang-orang tertentu dan pihak terkait muspika dan penegak hukum harus ada tindakan kalau tidak ada, kami masyarakat bisa melakukan tindakan,” harapnya.

Pihak Dinas Lingkungan Hudup Indramayu saat ditemui awak media melalui Lutfi alharomain, ST, M. Si kabid PPKLH (Penataan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup) mengatakan,” Terkait ijin Amdal suatu aktivitas proyek harus ada, apalagi eksplorasi pertamina harus ada,” katanya.

Lutfi menambahkan,” Pihak terkait seperti desa, Kecamatan, DLH, Perizinan dan yang terkait lainnya dilakukan rapat ekspose bersama tentang bagaimana dampak masyarakat, keterlibatan masyarakat sekitar, mobilisasi armada, kalau mobil troton masuk bahkan tidak tertutup pengangkutanya itu jelas menyalahi,” katanya.

Lutfi menambahakan,” Saya dari bidang PPKLH belum pernah diajak atau diundang rapat ekspose proyek tersebut dan bahkan biasanya saya menyarankan sebelum proyek berjalan selesaikan dulu dengan masyarakat sekitar, kalau ke kami proses sudah final,” katanya.

Sementara salah satu masyarakat Kus,” Saya masyarakat sekitar kalau aktivitas proyek penyimpanan material itu, tidak ada kompensasi ke kita, tolong aktivitasnya selesai jam 16.00 saja jangan sampe malam karena sangat mengganggu bising dan polusi udara,” katanya.

Sedangkan pihak humas PT. TIWIKA (Tirta Wijaya Karya) saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat whatsapp belum memberikan statemen apapun. (Caya)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *