Menyoroti Perubahan Mekanisme Program BPNT Menjadi BST, Dimata Para E – Warong

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo – Indramayu, Program BPNT yang sudah bergulir semenjak beberapa tahun yang lalu, manfaatnya banyak dirasakan oleh KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Khususnya warga kurang mampu yang merasa terbantu dalam bidang pangan, dengan demikian program mulia dari Pemerintah tersebut sebagian besar dapat dikatakan sukses sesuai yang diharapkan, kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan banyak terjadi permasalahan dalam segi penyalurannya.

banner 325x300

Namun, setelah berjalan sekitar hampir empat tahunan, memasuki tahun 2022, pemerintah melalui Kementerian Sosial RI merubah mekanisme penyaluran program BPNT yang semula dari Agen atau E – Waroong, saat ini melalui PT. Pos Indonesia, hal itu mendapat beragam tanggapan dari para Agen atau E – Waroong /BPNT.

Ali Purwanto, Agen atau E – Waroong Hayati / Ica, Desa Kertajaya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, kepada Beritanya Info mengatakan, sejatinya program BPNT adalah program yang membantu warga kurang mampu yang disebut KPM, dalam bidang pangan.

Dikatakan Ali, meskipun terkadang ada permasalahan dalam realisasinya, hal itu tidak dapat mempengaruhi kebijakan Pemerintah dalam mengangkat dan menyukseskan program tersebut, meskipun sekarang mekanismenya sudah berbeda dengan dulu, namun dirinya optimis program tersebut dapat berjalan lancar dan sukses.

” Kalau berbicara secara pribadi saya juga merasa kecewa dengan perubahan tata cara dan mekanisme realisasi program BPNT menjadi BST, namun, saya juga mendukung apa pun keputusan dari pemerintah (Kemensos, red) tersebut, selagi itu untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam bidang pangan, karna suatu program tidak akan selamanya berjalan, pasti akan terjadi perubahan agar menjadi baik lagi ” ucap Ali Purwanto, dikediamannya, Jumat (18/3).

Senada disampaikan Jimmy, Agen atau E – Waroong Jimmy, Desa Lempuyang, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.
Dikatakan Jimmy, meski ada perasaan kecewa, namun dirinya tetap mendukung upaya Pemerintah dalam membawa program BPNT menjadi BST agar menjadi lebih baik lagi dan tepat sasaran.

” Perubahan mekanisme realisasi program BPNT menjadi BST merupakan kebijakan dari pemerintah yang wajib kita dukung bersama, karena awal dari tujuan program ini adalah membantu warga kurang mampu dalam bidang pangan, kalau yang tadinya ketika masih membeli di E – Waroong kita para agen, dengan pemenuhan karbohidrat dan nabati dari logistik yang kita siapkan seperti beras, telor ayam, daging ayam, tempe, tahu, Buah – buahan, sekarang beralih realisasinya yaitu KPM mengambil uangnya di Kantor Pos dan membelanjakan uangnya diwarung manapun sesuai kehendak mereka (KPM), meskipun ada rasa kecewa, ya mau bagaimana lagi, saya tetap mendukung kebijakan dari pemerintah itu ” ungkap Jimmy, ketika dikonfirmasi via What’ s App’s, Jumat (18/3).

Lain lagi seperti yang dikatakan Suleman, Agen atau E – Waroong Sulaiman Al – Farizi, Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Dikatakan Suleman, perubahan mekanisme realisasi program BPNT menjadi BST, merupakan kebijakan dan kewenangan dari pemerintah pusat melalui Kemensos RI. Namun, kata Leman, melihat dari adanya beberapa insiden dan Kejadian – kejadian dilapangan sewaktu realisasi program tersebut, perlu mendapat perhatian serius dan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

” Program BPNT yang sekarang menjadi BST adalah program mulia dari pemerintah dalam membantu dan mengangkat taraf kesejahteraan warga kurang mampu dinegeri ini. Saya mendukung penuh program ini selagi untuk kemaslahatan bersama, namun, melihat realita dan berbagai Kejadian – kejadian dilapangan selama pelaksanaan program tersebut, ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua dan sebagai bahan evaluasi apakah perubahan program dari BPNT menjadi BST sudah layak untuk dilanjutkan atau tidak ” jelas Leman.

Ditambahkan Leman, insiden dan kejadian yang dia ketahui seperti misalnya kaca pintu Kantor Desa Patrol pecah dan meninggalnya seorang KPM (Ibu paruh baya) di Kabupaten Subang saat realisasi program BST tersebut, semestinya kata dia menjadi acuan Pemerintah sebagai bahan evaluasi dan pembenahan kedepannya. ( Mansur Kurdi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *