Tak Jelas! Masyarakat Pertanyakan Fungsi Dan Kekisruhan Pusat Daur Ulang Sampah Serta Terbengkalainya Bank Sampah Induk Desa Sumbermulya

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo – Indramayu, Musyawarah evaluasi operasional PDU-BSI (pusat daur ulang dan Bank sampah induk) Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Haurgeulis, Selasa 17/5/2022.

PDU-BSI merupakan program kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan direktorat jendral pengelolaan sampah, limbah dan bahan beracun berbahaya.

banner 325x300

Bangunan dan seperangkat peralatannya dirancang kapasitas pusat daur ulang (PDU) mampu olah sampah 10 ton/hari dan bank sampah induk (BSI) kapasitas 1 ton/hari, namun selama 2 tahun berjalan belum maksimal bahkan beberapa hari ini sempat terbengkalai.

Saat berlangsungnya musyawarah evaluasi hadir dari dinas lingkungan hidup diwakilkan Suherman kabid persampahan beserta jajaran, petugas Kec. Haurgeulis diwakili Rahmat (Sekmat), Asep hermawan UPTD lingkungan hidup dan jajaran, Taryono Kades Sumbermulya, H. Rohman ketua pengelola PDU-BSI dan KSM serta Isyanto BPD Sumbermulya.

Adapun kesimpulan dan kendala selama berjalannya operasional yaitu belum maksimal dan bahkan sempat terbengkalai, dihasilkan solusi kedepan masing-masing unsur dari pihak DLH, Kecamatan, UPTD, pengelola dan Pemdes harus adanya komunikasi dan koordinasi agar PDU-BSI mampu beroperasional dengan maksimal dan sesuai ketentuan yang ada serta besok hari sudah kembali adanya aktifitas pengolahan sampah.

Usai acara Suherman Kabid persampahan mengungkapkan, “hasil evaluasi PDU-BSI tidak berjalan karena kurang komunikasi antara unsur pengurus terkait, baik dari uptd, pengelola, Kuwu, ksm, fasilitator dan bahkan ada sanggar, sehingga muncul ego sektor, padahal katanya selama setahun ada dana stimulan dari pemda guna membayar tenaga kerja yang ada, sementara di tempat lain tidak ada stimulan itu,” ungkapnya.

Suherman menambahkan, “keberadaan PDU-BSI ini sudah 2 tahun dan status masih penitipan pemerintah pusat, disini saya jabat kabid baru 1 bulan dan selama setahun tidak ada kabidnya, sedangkan terkait kinerja pengelola dengan kondisi seperti ini karena masih sanggup, masih kita beri kesempatan, namun kalau dalam kurun waktu masih belum maksimal akan disampaikan ke kepala dinas harus ada pengelola yang baru, semoga kedepan pusat daur ulang dengan cakupan wilayah das Citarum di lima Kecamatan berjalan maksimal dan mandiri,” harapnya.

Sementara Kuwu Taryono menuturkan,” permasalahan yang ada sebenarnya kurangnya tenaga kerja agar maksimal operasional karena lingkup pengelolaan sampah untuk 5 Kecamatan, apabila hasil evaluasi nanti masih jalan ditempat akan diadakan musyawarah kembali, mudah-mudahan usulan tambahan tenaga kerja kepada pihak dinas lingkungan hidup dikabul serta berjalan maksimal,” katanya.

Sedangkan fasilitator Irfan, “tupoksi saya sebagai pendamping dari DLH untuk dampingi operasional PDU-BSI yaitu mendampingi bagaimana cara pengolahan sampah yang baik dan manajemenya, hasil evaluasi tadi masih ngambang dan pengelolaan masih kurang, harapan kedepan akan lebih baik lagi mampu serap sampah dan pemberdayaan masyarakat karena PR bagi kita semua,” ucapnya. (Caya)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *