banner 728x250

Pengadilan Tipikor Jatuhkan Vonis 9 Tahun Penjara kepada Terbit Rencana Perangin Angin

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo, Jakarta – Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp. 300 juta subsider 5 bulan kurungan karena terbukti menerima suap senilai Rp. 572 juta dari pengusaha Muara Perangin Angin. Terkait paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat tahun 2021.

“Mengadili, menyatakan terdakwa I, Terbit Rencana Perangin Angin dan terdakwa II, Iskandar Perangin Angin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I, Terbit Rencana Perangin Angin dengan pidana penjara selama 9 tahun ditambah pidana denda sejumlah Rp. 300 juta yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 5 bulan,” kata Ketua Majelis hakim Djumyanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

banner 325x300

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut Terbit Rencana Perangin Angin agar divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp. 300 juta subsider 5 bulan.

Majelis hakim juga memutuskan Terbit Rencana Perangin Angin dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Terbit Rencana Perangin Angin berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik setelah selama 5 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokok,” ucap hakim.

“Dan kepada Terdakwa II Iskandar Perangin Angin berupa pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan,” tambah Hakim Djumyanto.

Selain dari dua orang terdakwa tersebut, ada tiga orang terdakwa lainnya yang juga menjalani vonis dalam perkara yang sama yaitu orang-orang kepercayaan Iskandar yang tergabung dalam “Grup Kuala” untuk mengatur pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat, yaitu Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra dan Isfi Syahfitra.

Marcos Surya Abdi divonis 7 tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda Rp. 300 juta subsider 5 bulan kurungan, sedangkan Shuhanda Citra dan Isfi Syahfitra masing-masing divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp. 250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Putusan oleh majelis hakim yang terdiri dari Djumyanto, Rianto Adam Ponto dan Ida Ayu Susilawati itu sama dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU KPK.

Dari kelima terdakwa, terbukti berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf b UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1.

Dari pasal tersebut yang divonis kepada terdakwa Terbit Rencana Perangin Angin, Iskandar Perangin Angin serta tiga lainnya disebutkan sebagai efek jera dan tentunya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari. (Hermansyah)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *