banner 728x250

Pelaku KDRT dan Penganiaya Mertua Resmi Dilaporkan Polisi

banner 120x600
banner 468x60

BeritanyaInfo, Lebak – Tersangka berinisial F (baca: https://beritanyainfo.com/diduga-tidak-terima-dilerai-menantu-aniaya-mertua-hingga-babak-belur/), pelaku KDRT dan penganiaya mertua akhirnya resmi dilaporkan ke Polsek Cibeber, Polres Lebak, Polda Banten oleh istrinya, Junesih pada Kamis (24/11/2022).

Dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/05/XI/2022/Banten/Res Lebak/Sek Cibeber tanggal 24 November 2022, Junesih binti Madria sebagai pelapor menceritakan kronologis kejadian KDRT terhadap dirinya dan penganiayaan terhadap Madria, ayahnya, yang dilakukan oleh F, suaminya.

banner 325x300

Akibat KDRT itu, Junesih mengalami luka lebam di bagian pelipis mata kiri dan bola mata kiri merah,  kemudian, Madria, ayahnya, mengalami luka di pelipis mata kiri dan luka memar di dada.

Saldi, Kakak dari Junesih yang mendampingi melapor ke Polsek Cibeber saat dikonfirmasi menjelaskan, “Kejadian berawal dari pertengkaran adik saya dan suaminya (F)  sekitar jam 16.30 WIB pada hari Rabu (23/11/2022) dan diketahui oleh Madria, bapak saya, sehingga bapak saya melerai, tapi malah bapak saya  dianiaya. Junesih,  adik saya mengalami luka memar di  mata kiri sampai bola mata merah, dan Madria, bapak saya, mengalami luka sobek di  muka sebelah kiri dan dada memar.”

Junesih usai pemeriksaan di Polsek Cibeber menjelaskan, “Kasus KDRT dan penganiayaan ke bapak saya akan dilanjutkan sesuai proses hukum, dan tidak ada kata damai. Bahkan rumah tangga juga cukup saja sampai di sini, karena suami saya ringan tangan sering melakukan hal yang sama.”

Kanit Reskrim Polsek Cibeber,  Bripka Irwan Gustiawan, SH., saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, “Kasus KDRT dan penganiayaan sudah ditangani,  dalam seminggu mudah-mudahan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah terbit.”

“Pelaku  F, dikenakan dua pasal yaitu KDRT terhadap istrinya dan  penganiayaan terhadap mertuanya, dan atas permintaan korban, kasus ini akan dilanjutkan sesuai proses hukum, kemungkinan akan ada reka ulang atau olah TKP,” imbuh Irwan.

Di tempat terpisah, Sumarna,  tokoh masyarakat Cibeber mengutuk keras dan angkat bicara, “Kasus menantu aniaya mertua, itu sudah sangat terlalu dan betul-betul tidak punya adab, tidak punya peri kemanusiaan. Mertua itu sama saja dengan orang tua kita sendiri, untuk supaya menjadikan efek jera pelaku.”

“Kepada Aparat Penegak Hukum jangan dikasih kendor, untuk ditindak tegas dan jangan ada kata damai. Dan mohon kepada LSM atau lembaga  terkait, bantuannya mendampingi korban, jangan sampai ada yang menakut-nakuti, yang akhirnya pencabutan laporan alias damai,” tutup Sumarna. (Supriyanto)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *