BeritanyaInfo, Indramayu – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M.A Sentot yang berada di Desa Patrol Lor Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu diduga melakukan PHK sepihak oleh manajemen Rumah Sakit tersebut.

Dokter Ndaru Takaryanto m.m saat di hubungi lewat WhatsApp tidak ada respon untuk mempertanyakan terkait permasalahan Pemutusan Kerja Kontrak sepihak salah satu pegawainya.
Diding Casidin selaku PLT Umpeg (Umum dan Pegawaian) RSUD M.A Sentot saat ditemui mengatakan,”kebetulan saya disini baru tiga bulan jalan jadi tidak terlalu banyak silakan ke pak Dani yang lebih tahu”ungkapnya.
Sementara Dani bagian Staf Kepegawaian mengatakan,”untuk status Pegawaian Ibu Caslidah itu karyawan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Rumah Sakit yang sudah ditangani oleh pihak Rumah Sakit untuk keputusan apa semua ditangan pihak RS,untuk status Pegawai Tetap (PT) dengan perjanjian perlima Tahun”ungkapnya.
“Terkait permasalahannya sendiri saya tidak tahu cuma saya ada perintah dari pimpinan harus buat SK pemberhentian adapun alasan-alasanya saya tidak paham,intinya saya hanya perintah pimpinan”sambungannya.
Rumah Sakit Umum Daerah M.A Sentot memperkerjakan pegawai kurang lebih sebanyak 288 yang terdiri 93 PNS sudah termasuk manajemen yang mana jumlah tersebut bersumber dari salah satu manajemen RSUD M.A Sentot.
Caslidah Anary Handayani, Amd.Keb mengatakan,”waktu tanggal 29 Maret posisi sudah cuti bersama saya dapat telepon dari pak Diding beliau menyampaikan pada saya terkait tidak dilanjutkannya kontrak saya persatu April,bahkan saya sempat nanya kebeliau apa alasannya beliau menjawab efesiensi tapi kenapa hanya saya kan gak adil,pas saya nanya kesalahan apa sehingga saya di pecat beliau tidak mau menjawab padahal beliau juga tau kinerja saya tidak pernah salah”ucapnya.

“Saya baru perpanjang kontrak dari tanggal 24 Agustus sampai 2029,bahkan saya sempat nanya sama Dktr Ndaru terkait pemecatan saya beliau menjawab dengan alasan efesiensi setelah itu atas saran direktur Rumah Sakit saya harus datang ke BKSDM Indramayu untuk menemui pak Jenal setelah ketemu beliau tetap tidak bisa menjelaskan menurutnya karna surat tersebut dari direktur langsung jadi bukan bagian dari BKSDM,terus saya disuruh nemuin Ibu Citra selaku Kabid BKSDM Indramayu dan tidak ketemu,intinya saya disini merasa diperlakukan tidak adil,saya berharap sama Bupati Indramayu Bapak Lucky Hakim minta keadilan beliau” pungkasnya. (Sodikin***)
Eksplorasi konten lain dari BeritanyaInfo
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
