Indramayu Melaksanakan Pilwu secara Digital

BeritanyaInfo, Indramayu – Masyarakat Kabupaten Indramayu di 139 desa, serentak melaksanakan pemilihan kuwu (Pilwu) di desanya masing-masing.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) Kabupaten Indramayu menyebut, ada ada 1.537 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di seluruh wilayah Indramayu.


Pilwu kali ini sangat unik. Untuk pertama kalinya pelaksanaan Pilwu di Kabupaten Indramayu dilaksanakan secara hybrid (campuran) antara pemilihan secara digital maupun manual, artinya di tiap desa ada 1 TPS menggunakan digital, sisanya masih menggunakan model lama (Red: manual).


Sebagai pilot proyek pelaksanaan pemilihan digital di Jawa Barat, inovasi dari Kabupaten Indramayu ini mengundang perhatian banyak pihak. DPMD Provinsi Jawa Barat pun menerjunkan tim-nya untuk memonitoring pelaksanaan PIlwu pola digital tersebut.

Sementara, seluruh Perangkat Daerah Pemkab Indramayu ditugaskan untuk memantau pelaksanaan Pilwu, termasuk seluruh anggota DPRD Kabupaten Indramayu. Mereka memberi perhatian, khususnya memantau pelaksanaan Pilwu di TPS digital. Mereka ingin memastikan pemilihan digital berjalan lancar.

Ditemui saat di lapangan, Kepala Bagian Persidangan Sekretariat Dewan Kabupaten Indramayu, Asep Affandy mengatakan, hari ini pihaknya menurunkan 50 anggota dewan untuk memantau pelaksanaan Pilwu di berbagai titik. Menurutnya, keberhasilan Pilwu digital di Indramayu mendapat perhatian dari banyak daerah.

‎“Monitoring dilakukan untuk memastikan Pilwu berjalan baik, sukses tanpa ekses. Hal ini menjadi barometer bagi 18 kabupaten/kota lain yang memantau keberhasilan Pilwu digital di Indramayu sebagai pilot project di Provinsi Jawa Barat. Kami bangga sekali,” jelasnya saat monitoring di Desa Tugu Kecamatan Lelea.

‎Senada, Camat Lelea, Atang Suwandi melaporkan situasi di wilayahnya kondusif selama proses pemilihan. Ia menyebut, sinergi dengan Forkopimcam menjadi kunci keberhasilan keamanan. 

‎“Alhamdulillah, dari 11 desa ada 9 desa yang melaksanakan pemilihan Kuwu, sejauh ini berjalan lancar. Khusus TPS Digital di seluruh desa, kami melihat partisipasi masyarakat tersalurkan dengan baik,” ujarnya saat melakukan monitoring di Desa Tempel Kulon Kecamatan Lelea.

Secara umum, pelaksanaan Pilwu baik yang pola digital maupun manual berjalan lancar. Masyarakat antusias mengikuti Pilwu, dengan tingkat partisipasi kehadiran lebih dari 70 persen.

Roro (28), misalnya, warga Desa Penganjang Kecamatan Sindang mendapat surat undangan memilih dengan pola digital. Awalnya ia ragu-ragu dengan pemilihan digital. Namun setelah ia menuju bilik suara, ia merasa pemilhan digital lebih efektif dan efesien karena menyingkat waktu.

“Pemilihan digital sangat unik. Saya hanya perlu scand barcode saja, kemudian memilih calon kuwu, tidak sampai 1 menit sudah selesai,” jelasnya.

Terpisah, Ketua  DPRD Kabupaten Indramayu Nurhayati beserta anggotanya turut melakukan monitoring Pilwu. Nurhayati, bersama  Romdoni dan Muhaemin melakukan monitoring di daerah pemilihan 3 yang meliputi Kecamatan Jatibarang, Widasari, Bangodua, Tukdana, Sukagumiwang, Kertasmaya dan Kecamatan Sliyeg. 

Baik Nurhayati, Romdoni maupun Muhaemin menyatakan puas dengan pelaksanaan pemilihan Kuwu serentak secara digital di Kabupaten Indramayu. (Wien***)


Eksplorasi konten lain dari BeritanyaInfo

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar