Bappeda Provinsi Jawa Barat mengenai Diskusi Penjaringan Isu Strategis Jawa Barat 2025-2045

BERITANAYINFO INDRAMAYU – Kamis, 13 Juli 2023, Bappeda-Litbang Kabupaten Indramayu menghadiri undangan dari Bappeda Provinsi Jawa Barat mengenai Diskusi Penjaringan Isu Strategis Jawa Barat 2025-2045, Kawasan Rebana. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Subang ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan Kawasan Rebana.

Bappeda Provinsi Jawa Barat memaparkan tujuan pengembangan Kawasan Rebana, yakni terwujudnya Kawasan Rebana sebagai motor pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Barat bagian Timur-Utara berbasis pada pengembangan investasi yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Selain itu Tim dari Bappeda Provinsi Jawa Barat juga memberikan beberapa tema untuk pembahasan dalam diskusi ini, antara lain mengenai industri, kualitas SDM, gini ratio, investasi, infrastruktur dasar, dan peluang kerja sama.

Bernardus Djonoputro, Chief Excecutive Officer Rebana Metropolitan Management Agency menyampaikan tiga isu strategis pembangunan metropolitan Rebana. Isu pertama yang diangkat adalah isu industri. Dalam rangka menciptakan pengembangan Kawasan Rebana berbasis industri yang sinergis dengan tata ruang dan berkelanjutan, Bernardus Djonoputro menyoroti pentingnya mengembangkan industri yang terintegrasi dan inovatif di kawasan tersebut. Upaya ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Barat bagian Timur-Utara dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Isu kedua yang ditekankan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Bernardus Djonoputro menekankan perlunya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM lokal di Kawasan Rebana. Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan menyediakan perguruan tinggi, vokasi, dan Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan tersebut. Dengan adanya pendidikan dan pelatihan yang memadai, diharapkan SDM lokal dapat lebih siap menghadapi kebutuhan industri di Kawasan Rebana.

Isu terakhir yang disoroti adalah isu gini ratio atau ketimpangan pembangunan. Bernardus Djonoputro menyoroti pentingnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara merata untuk Jawa Barat. Dengan mengoptimalkan potensi ekonomi Kawasan Rebana, diharapkan dapat terjadi redistribusi kekayaan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Diskusi ini merupakan langkah awal dalam merumuskan strategi pembangunan Kawasan Rebana. Melalui sinergi antara Bappeda Provinsi Jawa Barat dan Rebana Metropolitan Management Agency, diharapkan dapat tercapai visi terwujudnya Kawasan Rebana sebagai motor pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Barat bagian Timur-Utara yang berbasis investasi terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Selain itu, diskusi ini juga memberikan kesempatan bagi pihak-pihak terkait untuk membahas topik-topik penting lainnya, seperti investasi, infrastruktur dasar, dan peluang kerja sama. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat tercipta kesepahaman dan sinergi yang kuat untuk mewujudkan pembangunan Kawasan Rebana secara holistik dan berkelanjutan.

Diskusi Penjaringan Isu Strategis Jawa Barat 2025 – 2045 di Kawasan Rebana ini diharapkan akan menjadi langkah awal yang berarti dalam menggali potensi pembangunan wilayah Jawa Barat, khususnya pada Kawasan Rebana. Dengan adanya kerja sama dan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta perkembangan yang signifikan dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan merata bagi masyarakat Jawa Barat.(Ayu***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi