Dalam upaya untuk memperkuat Sistem Kesehatan Nasional serta meningkatkan pencapaian kinerja terkait AIDS-Tuberkulosis-Malaria (ATM)

BERITANYAINFO INDRAMAYU – pada Jumat, 14 Juli 2023 Bappeda-Litbang Kabupaten Indramayu berperan sebagai fasilitator dalam Pertemuan Penyusunan Dokumen Perencanaan ATM yang diselenggarakan oleh oleh ADINKES RSSH Project (Resilient and Sustainable System for Health) ATM Provinsi Jawa Barat.

Dalam acara tersebut, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Suhartati, S.Si.M.Si., mewakili Kepala Bappeda-Litbang Dra. CH. Iin Indrayati,M.Si., hadir untuk dan membuka acara fasilitasi ini. Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Sekretariat Daerah Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, Puskesmas, RSUD, Labkesda, KPA, LSM Pemerhati HIV/AIDS, serta LSM Pemerhati TB dari Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang.

Pertemuan tersebut diadakan sebagai respons terhadap hasil evaluasi kinerja ATM yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Evaluasi tersebut menyatakan bahwa masih diperlukan kelengkapan data-data yang berhubungan dengan ATM (AIDS-Tuberkulosis-Malaria). Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dokumen perencanaan yang lebih komprehensif dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan penanggulangan masalah ATM di wilayah tersebut.

Dengan melibatkan berbagai instansi terkait, diharapkan hasil dari pertemuan ini dapat memberikan rekomendasi yang berharga untuk mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan upaya pencegahan, pengendalian, serta pengobatan terhadap AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Selain itu, dokumen perencanaan yang disusun juga diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melaksanakan kegiatan terkait ATM serta mengoptimalkan alokasi sumber daya yang tersedia.

Dengan adanya kolaborasi antara Bappeda-Litbang Kabupaten Indramayu, ADINKES RSSH Project ATM Provinsi Jawa Barat, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan penanganan AIDS, tuberkulosis, dan malaria di wilayah tersebut dapat lebih efektif dan berkelanjutan. Pertemuan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya bersama dalam melawan penyakit-penyakit tersebut demi terwujudnya kesehatan masyarakat yang optimal.(Ayu***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi