Diduga Jadi Korban Perundungan oleh Temannya, Siswa Kelas V SDN 1 Karangampel Kidul Luka Robek di Telinga

BeritanyaInfo, Indramayu – Hal ini terjadi di lingkungan sekolah di SDN 1 Karangampel Kidul Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat pada hari Jumat (25/08/2023). Dialami oleh siswa berinisial AR siswa kelas V sekolah tersebut. Miris memang, disaat Kementerian Pendidikan khususnya Direktorat Sekolah Dasar menggalakkan sosialisasi “Stop Perundungan” tapi ini malah masih banyak terdapat kasus-kasus perundungan yang dialami siswa sekolah dasar.

Kepala Sekolah SDN 1 Karangampel Kidul Ibu Saodah saat dikonfirmasi Beritanya Info pada Senin 28/08/2023 di ruang guru menjelaskan,” Orangtuanya dua-duanya kemaren kesini dan anak-anaknya juga kesini dijelaskan bagaimana permasalahannya, asal muasalnya biasa bergurau senggol-senggolan di meja gimana permasalahannya nak, dikumpulkan semua dan didengarkan dari kedua belah pihak anaknya sudah dijelaskan dan orangtuanya juga sudah menerima, bersalaman terus dibikin surat perjanjian, sebetulnya bukan perundungan asalnya bergurau dan orangtuanya sudah saling menerima waktu hari sabtu sudah dipanggil semua dua-duanya, temen-temannya saksi semua, kejadiannya hari jumat pas gurunya sedang Bimtek,” jelasnya.

Saodah menambahkan,” Kebetulan kelas V kan mau mengadakan ANBK (Assesmen Nasional Berbasis Komputer) jadi guru kelas V kan dibina dulu, itu juga kejadiannya mendekati pulang, sudah dibuat surat perjanjian tidak akan lagi-lagi berbuat secara berlebihan, itu juga mungkin pengaruh dari hp,” ujarnya.

Sementara itu dari percakapan di grup WA orangtua dari si AR diduga merasa tidak terima dengan mengatakan ” Assallammualaikum ibu punten saya orang tua dari AR, pulang sekolah telimga kanannya gompel luka sampai berdarah dan dicakar juga wajahnya katanya ini kena S, saksinya satu kelas, dan katanya juga dikelas tidak ada gurunya, ini udah masukke bullying bu, punten besok harus diselesaikan di sekolah”.

Sementara itu Beritanya Info juga mengkonfirmasi kedua orangtua murid dan mengakui permasalahan ini sudah selesai dan menandatangani perjanjian kedua belah untuk mengakhiri permasalahan tersebut.

Sebelum akhir konfirmasi, orangtua dari AR mengaku masih ada hal yang belum dilakukan oleh satu pihak yaitu keikhlasannya utk membantu biaya pengobatan untuk anaknya dan pihak sekolah yaitu Kepala Sekolah berjanji akan menjembatani permasalahan ini hingga selesai. (Wien)

Respon (1)

  1. Mestinya karena kejadian di sekolah maka pihak sekolah ikut bertanggungjawab dalam hal resiko pengobatan. Mengapa justru pihak sekolah malah cuci tangan soal biaya resiko pengobatan? Hanya dengan mengatakan akan menjembatani .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi