Fenomena El-Nino Melanda Malut, Ini Imbauannya

BeritanyaInfo, Maluku Utara – Fenomena El-Nino atau kemarau panjang saat ini sedang berlangsung di beberapa wilayah di Indonesia, juga fenomena ini secara global turut dirasakan beberapa negara selain Indonesia.

Khusus Maluku Utara, fenomena seperti ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Data yang dihimpun awak media ini dari Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate, menyebutkan, di tahun 2021-2022, Maluku Utara (Malut) mengalami fenomena La Nina ( kondisi curah hujan yang tinggi sepanjang tahun). Ini berbeda dengan di tahun 2023, dampak dari munculnya fenomena El-Nino.

Menurut Kordinator Data Dan Informasi, Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate, Satria Krida Nugraha, menyebutkan, fenomena El-Nino yang terjadi di sebagian wilayah Malut ditandai dengan penurunan curah hujan di hampir sebagian wilayah Malut (10/10/2023).

Menurut Satria, dampak signifikan sebenarnya terjadi di Jawa, NTB, NTT dan Sulsel. Untuk Malut, daerah yang paling signifikan terdampak fenomena El-Nino adalah Taliabu dan Sanana. Sedangkan wilayah yang tidak terdampak El-Nino adalah Halteng dan Haltim. Dua daerah yang disebutkan ini, di tahun 2023 mengalami curah hujan signifikan.

” Secara umum, dampak El-Nino di Malut ditandai dengan kondisi penurunan curah hujan. Selain itu fenomena ini juga turut mempengaruhi peningkatan kecepatan angin. Kondisi ini terjadi di hampir seluruh wilayah Malut termasuk wilayah perairan. Kondisi peningkatan kecepatan angin paling signifikan terjadi di bulan Agustus sampai September. Sedangkan di Oktober hingga November diprediksi akan mengalami penurunan kecepatan. Peningkatan kecepatan angin ini berefek pula pada peningkatan tinggi gelombang ” ujarnya.

Terkait prediksi kapan musim kemarau akan berakhir, Satria menyebutkan, pihaknya telah membuat rilis. Untuk wilayah Malut, berdasarkan informasi yang di rilis, puncak musim kemarau terjadi di bulan September sampai Oktober.

“Untuk musim peralihan bakal terjadi di bulan Oktober hingga November. Awal musim hujan terjadi di bulan November sekitar tanggal 20, sedangkan puncak musim hujan terjadi di Januari 2024 ” jelasnya.

Terkait fenomena El-Nino yang terjadi saat ini, diimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di luar agar selalu menjaga stamina. Ini karena efek El-Nino berdampak terjadinya peningkatan suhu dan penurunan kelembaban udara.

Selain itu, dengan kondisi kecepatan angin dan tinggi gelombang, bagi masyarakat yang beraktivitas di laut atau melakukan perjalanan laut agar senantiasa intens mengecek informasi cuaca maritim.

Kemarau disertai fenomena El-Nino sangat rentan pula pada terjadinya kebakaran. Kepada masyarakat yang ingin menyalakan api di area yang mudah terbakar agar selalu berhati-hati dan waspada. (KOKO ATENG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi