Ini Dua Progam Unggulan Kepsek SDN 30 Kota Ternate

BeritanyaInfo, Kota Ternate – Setelah di lantik sebagai Kepsek defenitif SDN 30 Kota Ternate, pada 12 Mei 2023, sejumlah terobosan penting dilakukan. Terdapat dua program yang saat ini masuk dalam agenda kerja Kepala SDN 30 Kota Ternate, Alwia Karim, S.Pd.

Dua program tersebut adalah, program hafalan Qur’an (Tahfidz) yang diprioritaskan untuk kelas empat, lima dan enam.

Selain program hafalan Qur’an, satu program lainnya adalah program pelestarian lingkungan sekolah bebas sampah.

Diwawancarai awak media ini, (Jum’at, 29/9/ 2023), Kepala SDN 30 Kota Ternate, Alwia Karim, S.Pd, menyebutkan, terkait program hafalan Qur’an selanjutnya diimplementasikan dalam bentuk kegiatan lomba hafalan Qur’an. Tujuannya, menurut Alwia adalah untuk meminati anak-anak mencintai Al-Quran. Dasar pikir didesainnya program semacam ini adalah dengan mencermati kondisi faktual sebagian anak yang kurang meminati Al-Quran.

” Saya telah melakukan rapat dengan guru-guru dan hasil rapat tersebut telah tertuang dalam notulen rapat. Lomba ini penyelenggaraannya setiap bulan berjalan atau tepatnya pada akhir bulan berjalan. Terkait honor maupun bonus, semuanya bersumber dari dana Bosda. Kami berharap, dengan program ini bisa memantik kesadaran dan apresiasi orangtua siswa , pula mendapat suprise dari Dinas Pendidikan ” ujarnya.

Melalui tema ” Dengan Al-Quran Kami Cerdas “, lomba hafalan Qur’an resmi di mulai Jum’at (29/9/2023). Lomba yang di mulai hari ini hingga esok, pada hari pertamanya diprioritaskan untuk siswa kelas empat. Tehnik kegiatan sepenuhnya menjadi tanggungjawab guru PAI dan guru BTQ SDN 30.

Sebut Alwia, InsyaAllah pada penutupan lomba nanti, pihaknya bakal mengundang Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate guna menghadiri acara tersebut.

Program berikutnya adalah pelestarian lingkungan sekolah bebas sampah. Untuk program ini, sebut Alwia, kegiatannya resmi di mulai besok, 30/9/2023. Model kegiatannya adalah, siswa berpartisipasi aktif memungut sampah-sampah plastik di lingkungan sekolah. Selain lingkungan sekolah juga di luar lingkungan sekolah atau tepatnya tempat domisili siswa tersebut saat berangkat dari rumah menuju sekolah, siswa wajib memungut sampah.

Berdasarkan tata cara yang dibuat oleh pihak sekolah, interval waktu pemungutan dan pengumpulan sampah oleh siswa berlangsung senin hingga jum’at. Sampah-sampah tersebut oleh siswa kemudian disimpan. Pada setiap sabtu akhir pekan, sampah plastik tersebut oleh pihak sekolah selanjutnya di timbang. Sekolah kemudian membayar ke siswa berdasarkan volume berat sampah. Sumber pembiayaannya berasal dari dana Bosda.

” Model program pelestarian lingkungan sekolah bebas sampah ini pernah diterapkan di SDN 20, saat saya menjabat Kepsek di sekolah tersebut. Saat itu kami mendapat juara dua dan meraih bonus dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate. Saya kembali mengaktifkan program ini di SDN 30 karena ini juga adalah bagian dari Programnya Pk Walikota ” tuturnya. (KOKO ATENG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi