Kegiatan Koperasi Sekolah SMPN 3 Sindang, Komite Sekolah: “Kopsis itu Jenis Koperasi yang Tidak Berbadan Hukum, Beda dengan Koperasi Pada Umumnya”

BeritanyaInfo, Indramayu – Ada permasalahan kecil yang menjadi dugaan pertanyaan beberapa pihak tentang kegiatan koperasi siswa di SMPN 3 Sindang Kabupaten Indramayu. Permasalahan yang mengacunya adalah tentang masa jabatan pengurus koperasi serta anggota koperasi siswa yang ada dilingkungan SMPN 3 Sindang serta adanya dugaan adanya uang pungutan anggota koperasi siswa tersebut.

BeritanyaInfo menggali dan mengkonfirmasi hal tersebut kepada beberapa pihak melalui pesan Whatsapp, beberapa pengurus serta guru yang berhasil dikonfirmasi antara lain Ibu Dini selaku guru di SMPN 3 Sindang senin 25/09/2023 menjelaskan,” Sama seperti disekolah-sekolah lain seperti kantinlah, cuman ini menjual alat tulis gitu, awalnya memang dulu bersatu dengan SMPN 4 terus pisah masing-masing, saat ini pengurusnya Ibu Nina dan ibu Ros, dulu dipegang Ibu Sri dan sudah pensiun sudah turun temurun ada pergantian, ada yang pindah dan ada yang pensiun,” katanya.

Ditempat terpisah, Ibu Esih selaku Wakasek SMPN 3 Sindang menuturkan,” Ya itu mah cuman istilah aja, menjualnya juga alat tulis, cuman biar gampang saja anak-anak menyebutnya kopsis karena kalo kantin ada dibelakang, jualnya juga makanan,” tuturnya.

Salah satu anggota komite sekolah SMPN 3 Sindang Wiwin Sri Mulyani kepada BeritanyaInfo menuturkan,” koperasi siswa memiliki ciri khusus sehingga membedakannya dengan jenis koperasi lain, di antaranya adalah: Koperasi sekolah tidak berbadan hukum, anggotanya adalah siswa sekolah tersebut dan keanggotaan berlangsung selama yang bersangkutan terdaftar sebagai siswa sekolah tersebut Koperasi sekolah merupakan koperasi serba usaha Koperasi sekolah mempunyai manfaat baik secara ekonomi maupun pendidikan,” jelasnya.

Wiwin menambahkan,” Ada sedikit perbedaan antara koperasi sekolah dengan koperasi pada umumnya, terutama terkait aspek legalitas, koperasi sekolah tidak memiliki kewajiban untuk berbadan hukum, pasalnya, koperasi tersebut ditujukan untuk edukasi, dan sekali lagi saya katakan bahwa Koperasi siswa memang tidak berbadan hukum dan sifatnya juga sukarela saja, dari hasil pembicaraan saya dengan beberapa guru yang ada, kopsis ini sudah lama beberapa tahun kebelakang kopsis di SMPN 3 Sindang tidak pernah memungut uang anggota seperserpun karena memang tidak ada iuran tahunan dan tidak ada yang namanya SHU atau Sisa Hasil Usaha,” pungkasnya.

Dimana kita ketahui bersama, bahwa sistem koperasi siswa adalah jenis koperasi yang tidak berbadan hukum dan salah satu jenis perkoperasian yang menanamkan tanggung jawab dan disiplin dalam hidup bergotong royong, memelihara hubungan baik antar-sesama anggota koperasi, menumbuhkan jiwa demokrasi serta membangkitkan sikap berani mengemukakan pendapat sarana untuk memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah, sarana untuk belajar menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. (Gani Wardhana, S.TP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi