Lakpesdam PWNU Jatim : Melatih Penguatan Modal Psikologis Kepada Warga Jemundo (Eks Syi’ah)

BeritanyaInfo, Surabaya – Warga Sy’iah (Eks Syi’ah) di Jemundo, saat ini telah baiat kembali ke Sunni dan akan kembali ke kampung kelahirannya di Sampang setelah 11 tahun berada di Jemundo. Dalam upaya mewujudkan kepedulian kepada mereka, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melatih penguatan modal psikologis kepada warga eks Syi’ah tersebut.


Penguatan Modal Psikolgis (Psychological Capital) bagi Warga Jemundo” ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis kepada warga eks Syi’ah Jemundo yang selama bertahun-tahun mengalami berbagai tantangan akibat konflik agama yang pernah mereka alami. Melalui serangkaian kegiatan sosial, pendidikan, dan konseling, program yang disupport Bimas Islam Kemenag RI ini bertujuan untuk memperkuat mental dan emosi warga menjelang kepulangannya ke Sampang.


Hal yang menarik dalam program ini adalah pelatihan keterampilan psikologis yang difasilitasi para profesional yang aktif di Lakpesdam PW NU Jatim. Para peserta warga eks Syi’ah, belajar teknik-teknik untuk mengelola stress dan emosi, meningkatkan kekuatan mental, dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya modal psikologis. Dengan bimbingan para ahli, mereka memiliki kesempatan untuk merasakan peningkatan kualitas hidup mereka dalam meraih kekuatan psikologis.


Dr. Muhammad Fahmi, mengungkapkan pentingnya program ini. “Kami sangat berkomitmen untuk mendukung perdamaian dan rekonsiliasi. Program Lakpesdam ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, dimana semua warga dapat hidup bersama dalam damai, saling menghormati, dan bekerja sama untuk masa depan yang lebih baik.” Mereka juga dibekali modal psikologis dalam menghadapi kehidupan baru pasca kepulangannya ke Sampang.


Dalam pada itu, Ibu Efie dan Ibu Ratih, menyatakan, “Kami percaya bahwa penguatan modal psikologis adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang tangguh secara emosional dan mental. Program ini juga merupakan langkah positif dalam upaya kita bersama untuk merangkul perbedaan dan mempromosikan perdamaian.” Hal ini penting agar terwujud kerukunan antar sesama meski berbeda.


Program Penguatan modal psikologis ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam proses rekonsiliasi di Jemundo dan membawa perubahan positif dalam kehidupan warga eks Syi’ah dan komunitas lainnya. Dengan di-support BIMAS Islam Kemenag RI, Lakpesdam PWNU Jatim membuktikan bahwa kepedulian kemanusiaan dapat mengatasi perbedaan dan menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi semua warga.
(Husnu Mufid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi