Miris! Usai Wawancara Pemimpin Redaksi BeritanyaInfo diduga Diintimidasi dan Diteror, Seseorang Ngaku dari PWI Pusat

BeritanyaInfo, Indramayu – Kejadian tidak mengenakkan ini terjadi pada 21/09/2023 pukul 21:17 WIB disaat pemred Media Online BeritanyaInfo dalam perjalanan pulang selepas wawancara narasumber mengenai dugaan kasus perdagangan barang ilegal.

Wiwin Sri Mulyani pemred BI merasa diintimidasi dan diteror dengan kata-kata yang tidak enak serta ada dugaan pengancaman. Sang penelepon mengaku bernama Erwin dan mengaku dari PWI Pusat.

Wiwin mengungkapkan,” orang tersebut membentak saya dan berkata “Media apa kamu! kamu media mana saya cek media kamu, alamat kamu di Sindang kan!,” ungkapnya.

Wiwin menambahkan,” Dia juga mengancam melalui pesan Whattsapp, Kalau berita dinaikkan Tim akan buat laporan Kalau tidak dinaikkan nanti kita ngobrol, yang enak-enak aja hidup sudah ruwet jangan cari ruwet, mbak kantornya di sindang ya baik tim sudah cek kantor mbak,” katanya.

Wiwin juga mengungkapkan bahwa dirinya menanyakan kartu biru PWI sebagai jaminan bahwa beliau memang anggota PWI Pusat yang dikatakan orang tersebut karena yang bersangkutan menggunakan foto profil Whatsapp Bapak Hilman Hidayat Ketua PWI Jawa Barat Periode 2021 – 2026.

Setelah merasa ditekan dan diintimidasi Pemred Wiwin Sri Mulyani menghubungi kembali Narasumber “N” menanyakan apakah yang bersangkutan kenal dengan orang yang mengaku bernama Erwin tersebut dan mendapatkan jawaban,” iya maaf atas ucapan sepupu saya mbak,” ujarnya.

Orang yang mengaku sebagai Erwin juga menyebutkan nomor keanggotaan PWI Pusat dengan nomor NRP 097480894 dan saat ini Wiwin Pemred sedang menyelidiki kebenarannya serta sudah berkomunikasi dengan Kasat reskrim Polres Indramayu untuk melaporkan tindakan tersebut dan diarahkan ke anggota piket Polres Indramayu, serta melaporkan tindakan pencatutan foto profil WA dengan menggunakan foto Bapak Hilman Hidayat Ketua PWI Jawa Barat untuk kepentingan pribadi dan tindakan tidak menyenangkan, sehingga akan ditempuh dengan jalur hukum. Bahkan tindakan dugaan menghalang-halangi tugas jurnalis yaitu Undang – Undang Pers No 40 Tahun 1999 juga telah dilanggar oleh orang tersebut dengan sangsi pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Disertai bukti rekaman saat wawancara dan rekaman dengan sang penelepon ada dan lengkap. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi