Perumdam Ake Ga’ale Ternate Bakal Lakukan Penambahan Blok Langganan dan Tarif Air

BeritanyaInfo, Kota Ternate – Demi efisiensi pemakaian air di kalangan pelanggan, Perusahaan Umum Daerah Air Minum ( Perumdam) Ake Ga’ale Kota Ternate berencana di bulan September 2023 bakal memberlakukan penambahan blok langganan dan tarif air. Penambahan ini khusus untuk pelanggan dengan pemakaian air diatas 40 meter kubik per bulan.

Terkait upaya tersebut, pihak Perumdam Ake Ga’ale sebelumnya telah melakukan uji publik di tiga Kecamatan yakni, Ternate selatan, Tengah dan utara. Selain itu juga dilakukan diskusi publik yang dimediasi DPD KNPI Kota Ternate. Perusahaan plat merah milik Pemkot ini juga telah berkonsultasi dengan Komisi II DPRD Kota Ternate.

Diwawancarai awak media ini (Jumat, 11/8/2023), Plt. Direktur Perumdam Ake Ga’ale Kota Ternate, Muhammad Syafei Baay, ST.MT mengungkapkan, sejauh ini penetapan tarif air itu telah diberlakukan sejak 2008. Penetapan tersebut dibagi dua yakni pelanggan dengan volume pemakaian air : 0-10 meter kubik perbulan dan pelanggan dengan pemakaian air : 11-20 meter kubik per bulan. Seiring dengan bertambahnya pelanggan, di 2019 terjadi penambahan tarif yakni : 20-30 meter kubik per bulan dan pelanggan dengan volume pemakaian 30-40 meter kubik per bulan.

Syafei menambahkan, berdasarkan data Perumdam Ake Ga’ale, terdapat 18 persen atau sekitar 6000 pelanggan menggunakan separuh dari produksi air yang terjual atau sekitar 50 persen. Bahkan menurutnya, ada pelanggan yang menggunakan air sampai lebih dari 100 meter kubik.

Kondisi inefisiensi ini berdampak pada kurang lebih 82 persen atau 27.000 harus mengalami krisis ketersediaan air atau keterbatasan pemakaian air.

” Kita berencana membuat blok langganan khusus untuk yang volume pemakaian airnya 40-50 meter kubik perbulan, tapi dengan tarif yang berbeda. Ini tidak diperuntukkan untuk pelanggan yang pemakaiannya di bawa 40 meter kubik per bulan. Harapannya, mereka bisa menekan volume pemakaian sehingga produksi air yang terjual oleh Perumdam bisa juga terpakai oleh 82 persen pelanggan atau sekitar 27.000 ” ujar Syafei.

Menurut Syafei, sekalipun penggunaan air dengan volume yang besar itu, pihak pelanggan yang bersangkutan memenuhi kewajiban membayar, tapi, menurutnya berdasarkan hitungan tehknis, hal tersebut sudah melanggar prinsip-prinsip keadilan lantaran karena merusak sistem. Dampak dari inefisiensi atau pemborosan air ini menyebabkan pelanggan yang lain tidak kebagian.

” Perumdam memiliki kewajiban untuk mengajak masyarakat pelanggan agar bijak menggunakan air. Ketersediaan potensi air ini juga butuh pengelolaan yang sustainable demi kemaslahatan generasi mendatang ” ungkapnya.

Hal lainnya menurut Syafei, penambahan blok langganan dan tarif air ini juga untuk kepentingan Cass Flow perusahaan. Berdasarkan aturan, tarif air harus bisa menutupi Full Cost Recovery (FCR). Didalam FCR itu terdapat beberapa item penting demi menjaga keberlangsungan eksistensi perusahaan, diantaranya, biaya operasional, belanja pegawai, pemeliharaan air, biaya cadangan, biaya peningkatan SDM serta biaya pengembangan.

” Penambahan blok langganan dan tarif air ini adalah bagian dari program jangka pendek Perumdam Ake Ga’ale. Perumdam masih butuh banyak terobosan untuk me-recovery kendala teknis dan itu sesungguhnya butuh investasi yang besar. Melalui upaya penambahan blok langganan dan tarif air ini dampaknya akan ada penghematan air. Jika penghematan itu 10 persen saja, maka akan ada 1500 dari 27.000 pelanggan yang bisa menikmati air tanpa ada krisis ketersediaan air ” tutup Syafei. (KOKO ATENG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi