Produk Olahan Tuna Garo Rica Tembus Pasar Lokal

BeritanyaInfo, Kota Ternate – Sebagai inovasi bisnis produk olahan hasil laut bidang perikanan, UMKM Inkubator Mina Bisnis AlBacore (INBIS ALBACORE) sebagai binaan dari Koperasi Perikanan Santo Alvin Pratama, saat ini telah meluncurkan produk olahan perikanan (Finish Good) yang turut memberi nilai tambah (value added).

Produk olahan siap saji Tuna Garo Rica dalam bentuk kemasan kaleng dengan berat bersih 80 gram, saat ini telah terjual ke konsumen lokal kurang lebih 1000 kaleng.

Diwawancarai awak jurnalis media ini, (Senin, 28/8/2023), Pimpinan Koperasi Perikanan Santo Alvin Pratama, Hermanto, kepada awak media ini menyebutkan, produk olahan makanan yang berasal dari sumber daya hasil perikanan laut yang memiliki cita rasa dan ciri khas Maluku Utara ini, menjadi satu-satunya produk dalam kemasan kaleng yang pertama di Maluku Utara.

Hermanto juga menyebutkan, selain Tuna Garo Rica, produk lainnya yang telah pula melalui proses serupa yakni, Sambal Cumi, Sambal Ikan Roa, Sambal Cakalang, Teri Balado, Abon Ikan Basah dan Rajungan Saos Tiram.

” Produk olahan makanan laut ini sangat direkomendasikan karena punya kelebihan diantaranya lebih praktis hingga bisa di bawa ke mana-mana, selain itu, ketahanan produknya bisa bertahan sampai satu tahun lamanya karena telah melalui proses pengolahan yang di strelisasi dengan menggunakan mesin pembunuh bakteri (Retort Autoclove). Selain itu produk Tuna Garo Rica adalah produk kemasan siap saji yang diolah menggunakan bumbu alami pilihan yang siap santap ” jelas Hermanto.

Terkait volume produksi, Hermanto menyebutkan, dalam sehari produksinya bisa 120 – 150 kaleng. “Semuanya terjual habis ke konsumen, bahkan beberapa konsumen harus menunggu dan memesan lebih awal. Ini karena produk kita membawa kenikmatan dan kepuasan tersendiri ” ujarnya.

Untuk legalitas usahanya, Hermanto mengatakan, saat ini Inbis AlBacore berkonsentrasi terhadap proses perijinan yang terkait dengan pengolahan produksi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah dikeluarkan DMPTSP Kota Ternate. Setelah itu prosedur lanjutnya adalah pengurusan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Pada tahapan ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan menunggu fatwa dari MUI untuk sertifikasi makanan halal. BPOM nantinya juga mengeluarkan ijin MD setelah melalui verifikasi. Oleh karena produk olahan ini termasuk dalam kualifikasi resiko tinggi, sehingga sekalipun diproduksi oleh UMKM, usaha produk olahan ini harus teregistrasi dan ter-sertifikasi di BPOM.

” Prosedur pengurusan legalitas ijin usaha yang sangat birokratis dan menyita waktu yang cukup lama ini harus butuh konsentrasi dan kesabaran. Setelah tahapan tersebut dilalui, kemudian dikeluarkan SNI oleh BP3KP pusat, menyusul pula Surat Ijin Edar. Serangkaian proses tersebut juga termasuk didalamnya standarisasi peralatan mesin produksi ” ujar Hermanto.

Kedepan menurutnya, jika peluang marketnya menjanjikan, pihaknya akan menambah peralatan mesin atau menggantinya dengan kapasitas produksi yang lebih besar.

” Upaya diversifikasi usaha olahan sumber daya hasil laut ini masih menggunakan mesin produksi semi otomatis dengan hasil yang belum maksimal. Walaupun demikian, diharapkan dapat membawa peluang baru bagi industri olahan ikan kaleng berbasis UMKM di Maluku Utara seperti Inbis AlBacore. Dengan volume produksi yang ada saat ini, kami masih sebatas menjangkau pasar lokal ” tutup Hermanto. KOKO ATENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi