Proyek Jalur Masuk Pelabuhan dari Arah Selatan Tinggal Tunggu Persetujuan Pusat

BeritanyaInfo, Kota Ternate – Dalam rangka mengefektifkan pelayanan bongkar muat, peti kemas maupun mobilitas penumpang dari dan ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, PT Pelindo Regional 4 Ternate di tahun 2023 ini berencana membuka jalur pintu keluar-masuk pelabuhan dari arah selatan tepatnya di Kelurahan Kota Baru.

Rencana pihak Pelindo Regional 4 Ternate ini sebenarnya telah berlangsung lama. Lantaran selama ini tersendat dengan keberadaan status lahan yang bakal diinvestasikan untuk proyek tersebut, Pelindo akhirnya mendapat titik terang setelah pemberitahuan resmi Badan Pertahanan Nasional (BPN) bahwa status lahan tersebut adalah milik negara.

Diwawancarai awak media ini (Jumat, 13/10/2023), General Manager Pelindo 4 Ternate, Anwar Pae, mengatakan terkait investasi tersebut, pihaknya telah melakukan rapat pada 31 Agustus 2023 dengan sejumlah OPD terkait diantaranya BPN Kota Ternate, Dinas PUPR, Dishub Kota Ternate dan Kejaksaan Negeri Ternate.

Anwar menyebutkan, rencana peruntukan lokasi tersebut untuk proyek investasi dimaksud, Pelindo disyaratkan harus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

” Ini karena lahan atau lokasi tersebut, masuk dalam kawasan pantai. Lagi pula, proyek tersebut nantinya berdampak merubah sedikit garis pantai. Pelindo harus melengkapi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) termasuk KKPRL atau Kesesuaian Kegiatan Penataan Roll Laut. Perijinan KKP ini melalui Online Singel Sub mission ” ujar Anwar.

Ia menambahkan, dokumen rencana dan semua prosedur tersebut telah dilaporkan ke Regional 4 Makassar, termasuk ke Head Officer PT Pelindo di Jakarta. Ini karena, untuk mendapat persetujuan, proyek tersebut mensyaratkan status lahannya harus jelas.

” Saat ini, status tanah atau lahan tersebut sudah jelas. Kami telah siap untuk melakukan investasi. Terkait dengan keberadaan sejumlah lapak yang dibangun di atas areal tersebut harus segera dikosongkan. Untuk hal ini nantinya kita kordinasikan dengan Pemkot termasuk Kejaksaan Negeri Ternate ” tuturnya.

Sebut Anwar, terkait perijinan, semuanya dalam tahap pengurusan, pula telah dilaporkan ke Regional 4 dan Head Officer Pusat. Setelah data-datanya lengkap sesuai persyaratan, menurut Anwar akan ada pembahasan ulang barulah disetujui.

” Dengan satu pintu masuk – keluar yang ada saat ini sangat berdampak pada ketidaknyamanan penumpang maupun aktivitas bongkar muat termasuk peti kemas. Dengan pintu masuk-keluar dari arah utara maupun selatan dampaknya akan mengurangi kemacetan ” tutup Anwar. (ATENG.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi