Salut! Apresiasi untuk Kinerja Polsek Panggarangan beserta Forkopimcam dalam Menindak Lanjuti Laporan Masyarakat

BeritanyaInfo, Lebak – Polsek Panggarangan yang dipimpin Kapolsek Iptu Suherli Setiawan menunjukan kinerja yang responsif, tanggap dan gerak cepat dalam tindak lanjut laporan dari masyarakat.

Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program Quick Wins Presisi Polri.

Supriyanto, Kepala Biro Lebak MediaBeritanyaBanten yang merupakan Grup BeritanyaInfo Networking, Minggu (26/02/2023) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas gerak cepat, kerja sama dan langkah nyata Kapolsek Panggarangan dan jajarannya dalam menindak lanjuti surat No. 053/BI/BNT/LBK/LP/II/2023 tanggal 14 Februari 2023 perihal permintaan penertiban dan pendataan PLI (Penyedia Layanan Internet) di wilayah hukum Polsek Panggarangan, Polres Lebak, Polda Banten.

“Kami juga berterima kasih kepada Ahmad Faidlullah, Camat Panggarangan dan Kapten (Inf) Ratono, Danramil 0314/ Panggarangan yang merespon positif surat tersebut yang juga tembusannya kami sampaikan kepada dua institusi tersebut sebagai unsur Forkopimcam Panggarangan,” ungkap Supriyanto.

Perlu diketahui, di wilayah hukum Polsek Panggarangan terdapat para pengusaha penyedia layanan internet yang sebagian besar masih belum melengkapi legalitas usahanya sesuai ketentuan dalam UU No. 36/1999 tentang Telekomunikasi dan peraturan dan ketentuan pelaksanaannya, antara lain Peraturan Pemerintah No. 46/2001 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran, Kepmenhub No. 20/2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, Permen Kominfo No, 25/2015 tentang Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal dan Informatika serta peraturan dan ketentuan pelaksanaan lainnya. (baca: https://beritanyabanten.beritanyainfo.com/2023/01/29/aktifitas-penyedia-layanan-internet-di-lebak-selatan/, https://beritanyabanten.beritanyainfo.com/2023/02/06/diduga-masih-banyak-penyedia-layanan-internet-ilegal-di-lebak-selatan/ dan https://banten.beritanyainfo.com/2023/02/09/asosiasi-penyedia-layanan-internet-apli-mari-kita-bangun-bermula-dari-lebak-selatan/)

Lanjut Supri, “Kepada para penyedia layanan internet illegal dikenakan pasal pasal 11 ayat (1) yang diatur ketentuan pidananya dalam pasal 47 UU No. 36/1999 tentang Telekomunikasi yang berbunyi, “Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).”

Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli Setiawan melalui Kanit Reskrim Polsek Panggarangan, Bripka Dimas, menjelaskan, ”Saat ini Unit Reskrim Polsek Panggarangan telah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dan kelengkapan perijinan dan administrasi lainnya kepada sejumlah penyedia layanan internet di wilayah hukum Polsek Panggarangan, sampai dengan saat ini proses lidik masih berlangsung.”

Di tempat terpisah, Minggu (26/02/2023), Kapten (Inf) Ratono mengatakan,”Intinya kami mendukung giat penertiban layanan internet illegal, karena kalau tidak ditertibkan akan semakin marak di wilayah Panggarangan.”

Melalui sambungan Whatsapp, Ahmad Faidlullah, Camat Panggarangan sambil memberikan icon “jempol” menyampaikan, “Akan mempelajari dan menelaah bersama Forkopimcam terkait aduan masyarakat.” (Rita Sugiarto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gugat jokowi

gugat jokowi