Miris! Adanya Kasus Dugaan Asusila yang Dilakukan Oknum Guru di Anjatan

BeritanyaInfo, Indramayu – Ramainya pemberitaan kasus dugaan asusila yang dilakukan oleh salah satu oknum guru pencak silat kepada beberapa murid SMP Pemda Anjatan mendapatkan sorotan serta perhatian dari berbagai kalangan masyarakat dengan tercorengnya dunia pendidikan yang ada di kabupaten Indramayu.

Atas adanya kejadian tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu melalui Arif Wahyudi M.pd selaku Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) hadir untuk memfasilitasi ataupun menjembatani kepada korban dan kelurga korban dalam penguatan mental dan semangat belajar serta mengawal penyelesaian kasus.

Dalam mediasi dihadiri langsung oleh Arif Wahyudi M.pd selaku Kabid GTK, Yusuf Agung Purnama dan Anggi Saputra dari Kantor Hukum Anas&Partners selaku Kuasa Hukum Korban, Kepala Sekolah SMP Pemda Anjatan Poniman beserta guru-guru,orang tua dan para korban, mediasi sendiri bertempat di rumah sdr Topan salah satu orang tua korban desa Kopyah Rt. 03/03 Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu.

Arif Wahyudi M.pd (Kabid GTK) mengatakan, “kami dari Dinas Pendidikan berharap ada keterbukaan jangan sampe ada intimidasi serta kami terus mendorong agar tetap sekolah maka dari itu kami akan melindungi pisikologis dan kejiwaan anak agar mereka terus melanjutkan apa yang mereka cita-citakan” Ujarnya.

“Dengan adanya pertemuan pada hari ini saya harapkan untuk saling terbuka saya tidak mau adanya intimidasi yang jelas kami dari Dinas Pendidikan ingin menyelamatkan masa depan anak kita, terkait hukum disini ada lowyer dan kepolisian yang akan menyelesaikan terkait langkah apa saja yang akan ditempuh untuk penyelesaian kasus ini”sambungnya.

Pertemuan antara pihak-pihak terkait masalah kasus pencabulan ini terus membahas adanya dugaan intimidasi dari pihak sekolah SMP Pemda Anjatan menemui titik terang setelah kedua pihak dihadirkan.

Sementara itu dari kuasa hukum korban Yusup Agung Purnama mengatakan, “kami akan terus mengawal kasus ini sampai selesai jangan sampai putus dijalan karna apa, permasalahan ini sangat bahaya sekali baik bagi masa depan dan psikologi anak.jadi kami berharap kepada pihak sekolah maupun kepolisian agar benar-benar terus mengusut kasus ini sampai selesai agar kedepan jangan sampai terulang sehingga tidak ada lagi anak penerus bangsa menjadi korban”ujarnya. (Sod)


Eksplorasi konten lain dari BeritanyaInfo

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar