Pengendalian Inflasi Daerah

Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti secara virtual dari Indramayu Command Center (ICC), Rabu (18/2/26).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, bersama unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Cirebon, BPS Indramayu, Bulog, serta Satgas Pangan.

Dalam arahannya, pimpinan rapat dari Kemendagri menekankan bahwa menjaga keterjangkauan harga pangan bagi rakyat adalah prioritas nomor satu. Berdasarkan data historis tahun 2024 dan 2025, puncak inflasi nasional diprediksi akan terjadi pada bulan Maret, seiring dengan masuknya bulan suci Ramadan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS melaporkan bahwa hingga minggu kedua Februari 2026, sebanyak 199 kabupaten/kota di Indonesia mulai mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Kenaikan ini dipicu oleh sejumlah komoditas utama, terutama cabai rawit yang mengalami lonjakan signifikan sebesar 16,60% dengan harga rata-rata Rp67.000, atau berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp57.000. Selain itu, harga rata-rata nasional untuk bawang merah juga menyentuh angka Rp41.673, sementara daging ayam ras mulai menunjukkan trend kenaikan tipis sebesar 0,86%. (F***)


Eksplorasi konten lain dari BeritanyaInfo

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar