SETENGAH JALAN MENUJU REANG: CATATAN KINERJA LUCKY HAKIM – SYAEFUDIN JANUARI-JULI 2026

Indramayu, BeritanyaInfo — Pukul 06.30 pagi di Pasar Baru Indramayu, aroma nasi goreng dan mie rebus sudah bercampur dengan suara pedagang. Di sela keramaian itu, program-program Pemkab Indramayu perlahan masuk ke denyut harian warga.

Sudah 1,5 tahun Lucky Hakim – Syaefudin memimpin. Periode Januari-Juli 2026 menjadi tolok ukur: apakah visi REANG hanya jadi slogan, atau benar-benar turun ke jalan, sawah, sekolah, dan puskesmas?

Dari Puskesmas ke Sawah: Yang Dirasakan Warga

Kesehatan jadi pintu pertama. Per Agustus 2026, data Pemkab mencatat 99,81% warga Indramayu sudah terdaftar JKN. Tingkat keaktifannya 78,57%. Angka besar itu ditopang APBD Rp233,8 miliar untuk mendaftarkan 541.445 jiwa kategori PBPU-BP.

Di Puskesmas Terisi, antrean memang masih ada. Tapi obat lebih lengkap dan ada dokter spesialis jaga.
“Sebelumnya kalau rujukan nunggu lama. Sekarang seminggu sekali ada dokter spesialis turun. Kartu JKN dari pemda juga langsung aktif,” kata Ibu Yayah, 38, warga Losarang.

Tak jauh dari situ, di hamparan sawah Balongan, mesin pompa air bantuan Pemkab berdengung. Indramayu punya 124.517 ha lahan baku sawah dan 92.888 ha LP2B. Target tahun ini: produksi padi GKP 1,7 juta ton.
Pemkab juga mengebut normalisasi saluran 60.170 meter, irigasi perpompaan, dan irigasi air tanah. Produksi mangga tetap jadi primadona: 114 ribu ton/tahun.

“Kemarau tahun ini tidak separah dulu. Ada pompa, ada air. Hasilnya lumayan naik,” ucap Kartono, petani Balongan.

Aspal, Lampu, dan Kelas Baru

Wajah desa berubah karena infrastruktur. Hingga Juli 2026, Pemkab mencatat perbaikan jalan lingkungan 20.298 m, jalan desa 31.200 m, jalan kabupaten 23.160 m. Sungai dan saluran dibenahi sepanjang 60.170 m. Irigasi permukaan naik 6.110 m. Malam hari makin terang dengan tambahan 3.199 titik PJU yang dikejar rampung Desember.

Di bangku sekolah, 322 sekolah TK-SD-SMP kebagian revitalisasi dan RKB. Meja kursi baru juga datang: 2.254 set untuk SD dan 1.856 set untuk SMP.

Rumah, Industri, dan Ekonomi Desa

Soal rumah, 310 unit Rutilahu sudah dibedah. 22 unit dari APBD, 288 unit dari BSPS.

Ekonomi bergerak lewat 2 jalur. Pertama, industri. Pemkab menyiapkan 6 Kawasan Peruntukan Industri di Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, Tukdana. Luasnya 14.110 ha dan sengaja diletakkan di luar LP2B agar tidak ganggu lahan pangan. Ini bagian dari strategi menyambut koridor Rebana.

Kedua, ekonomi rakyat. 1.000 nelayan kecil dapat perlindungan asuransi ketenagakerjaan senilai Rp201 juta dari APBD. Di desa, 200 Koperasi Merah Putih sudah berdiri dari target 317 unit.

Yang menarik perhatian: Sekolah Rakyat di Cikawung, Terisi. Tahun ajaran 2026 sudah isi 370 siswa. Di atas lahan 10 ha, sekolah ini diproyeksikan menampung 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu.

Nilai dari Pusat

Kinerja ini berbuah nilai. Dalam EPPD 2025, Indramayu nangkring di peringkat 5 Nasional dan peringkat 3 se-Jawa Barat. Pemkab juga tidak kendor soal penegakan Perda No.15/2006 tentang Larangan Mihol.

“Kami tidak mau kerja hanya seremonial. REANG itu harus terasa: sehat, sekolah layak, jalan mulus, dan ada kerjaan,” kata Bupati Lucky Hakim.

Setengah periode menuju 2030. Dari puskesmas, sawah, sampai koperasi desa, PR masih panjang. Tapi untuk Januari-Juli 2026, arahnya sudah terlihat: Indramayu sedang jalan menuju REANG. (Wien***)


Eksplorasi konten lain dari BeritanyaInfo

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar